Cara Menghitung Siklus Haid Yang Normal

Cara menghitung siklus haid yang normal – Setiap wanita yang sudah memasuki masa puber pada umumnya akan mulai mengalami menstruasi. Meskipun demian, tidak semua wanita mendapatkan haid setiap bulannya. Dalam beberapa waktu, mungkin menstruasi akan datang pada tepat waktu, tapi terkadang datang menstruasi tidak dapat diprediksi.

Cara menghitung siklus haid yang normal

Hal ini dikarenakan siklus haid setiap wanita bisa berbeda-beda, lantas seperti apa siklus haid yang normal dan bagaimana cara menghitungnya?

Bagaimana Haid Bisa Terjadi?

Menstruasi atau haid ditandai oleh meluruhnya lapisan dinding rahim sehingga terjadilah perdarahan yang akan keluar pada vagina. Namun sebelum tahap ini terjadi, ada beberapa proses terlebih dahulu yang harus dilewati.

Pada tahap awalnya, ovarium (indung telur) akan melepaskan sel telur yang pada akhirnya sel telur tersebut menempel pada dinding rahim dan menunggu untuk dibuahi oleh sperma. Selama menunggu dibuahi oleh sperma, jaringan dinding rahim akan menebal untuk mempersiapkan menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan. Jika ada sel sperma yang masuk, sel telur bisa dibuahi, kemudian sel telur tersebut akan berkembang menjadi bakal janin.

Lalu bagaimana jika sel telur tidak dibuahi? jika sel telur tidak kunjung dibuahi, seiring dengan berjalannya waktu,sel dinding rahim akan rontok dan meluruh, dan akan dikeluarkan lewat vagina. Proses tersebut akan terus berulang lagi dari awal setelah mestruasi Anda selesai.

Proses haid dari awal sampai akhiar ini disebut dengan istilah siklus menstruasi. Tidak semua wanita memiliki siklus haid atau menstruasi yang sama. Ada yang normal dan juga teratur, ada juga yang sebaliknya. Agar Anda mengetahui dan memahami seperti apa siklus haid yang normal, simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menghitung Siklus Haid Yang Normal

Cara menghitung siklus haid yang normal adalah seperti ini: Perhitungan mulai pada saat hari pertama darah haid Anda keluar pada bulan ini. Ini artinya, bercak-bercak cokelat atau flek yang biasanya muncul beberapa hari menjelang terjadinya haid tidak termasuk ke dalam siklus haid.

Sebagai contoh, kita ambil hari pertama menstruasi Anda pada bulan ini adalah jatuh pada tanggal 15 November, jangan lupa untuk ditandai kedalam kalender. Lalu selanjutnya Anda menunggu sampai haid Anda berakhir. Setelah itu, ketika Anda haid lagi, Anda harus mencatat kembali tanggalnya, misalnya pada tanggal 12 september. Itu adalah siklus haid Anda yang baru.

Kеmudіаn, hitung rеntаng wаktu antara hаrі реrtаmа menstruasi sebelumnya (tаnggаl 15) ѕаmраі satu hari ѕеbеlum mеnѕtruаѕі Anda bеrіkutnуа (tаnggаl 11 Sерtеmbеr). Jаngаn hіtung ѕаmраі tanggal 12 karena dі hаrі itu, Andа sudah mеnѕtruаѕі lаgі sehingga іnі аkаn tеrhіtung ke dаlаm siklus haid ѕеlаnjutnуа.

Sеtеlаh dіhіtung, dаrі tаnggаl 15 Aguѕtuѕ sampai 11 Sерtеmbеr bеrjаrаk 28 hаrі. Jаrаk hаrі inilah уаng mеnunjukkаn ѕіkluѕ hаіd Andа, уаіtu реr 28 hаrі sekali.

Pos by:
Obat Herbal Nusantara

Baca Juga:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *